IKUTI ZAMANMU - JANGAN TINGGALKAN BUDAYAMU
Berangkat dari keresahan, kegelisahan dan mungkin kegusaran akibat pernyataan Gubernur Sumatera Utara terkait Peraturan Daerah (PERDA) mengenai wisata halal di kawasan wisata Danau Toba, berbagai opini dan reaksi kemudian muncul. Sebagian besar menolak gagasan ini. Alasan nya : Aturan ini telah menggugat rasa kebathinan yang di miliki masyarakat di sekitar kawasan ini khusus nya suku Batak Toba sehubungan dengan budaya dan adat istiadat yang sudah berurat berakar selama berabad-abad. Tentu saja ini bisa di terima dan dapat di mengerti bila di tinjau dari pandangan sosial karena para pembicara dari kelompok Anti-Perda ini yakin bahwa budaya dan adat batak jauh lebih penting untuk di perjuangkan dari pada sekedar persoalan penjualan parawisata di kawasan ini. Beberapa bahkan kemudian membandingkan budaya yang harus diperjuangkan ini dengan apa yang sudah berjalan di pulau Bali. Namun mungkin pertanyaan yang cukup menggelitik adalah : Budaya yang mana yang di...