ALIRAN KEPERCAYAAN. SEBUAH MUTIARA ATAU CACAT MASA LALU?


Orang tua di depanku tersenyum menyapa, "Baru sampai ya dik?"
Aku kaget dengan keramahannya. Tampilan sebelum nya soalnya tak menunjukkan itu. Akupun tersenyum menjawab, "Nggih Pak... Baru sampai.. Tadi pesawat nya delay lumayan lama di Jakarta Pak" , tanpa di tanya aku malah memberikan informasi hanya ingin menciptakan suasana akrab.
Dari pembicaraan selanjutnya aku kemudian tahu pria tua berbaju koko itu seorang pensiunan polisi. Pantas saja wajahnya tak seramah aslinya... Namanya Pak Irwan.
Dari pembicaraan selanjutnya pula ia tahu aku orang batak dengan nama khas seorang Nasrani... Daniel Simanjuntak. Tapi anehnya, keramahannya tetap tak berubah.
"Saya ini muslim dik... Tapi sudah sejak kakeknya kakek saya kami juga menganut paham Kejawen...Jadi kami sering menyebut diri Muslim Kejawen. Dan karena itu mungkin kami sudah terbiasa dengan perbedaan di sini", katanya kemudian.
Aku kaget. Rasanya baru dengar ada yang seperti ini. Dan ini sangat menarik menurutku.
Aku pun bercerita bahwa di kehidupan masyarakat batak, kamipun punya penganut paham dan aliran kepercayaan yang mungkin mirip. Namanya Parmalim. Tapi sayang... Orang orang Kristen sering menyebut mereka Sipele Begu atau Penyembah Berhala. Sehingga sulit bisa memahami ada sebuah keyakinan agama yang bisa dijalankan seiring sejalan dengan aliran kepercayaan seperti yang Pak Irwan dan keluarganya bisa jalankan.
Mendengar penuturanku, Pak Irwanpun tergelak. Eh busyet!! Ia tertawa. Apa pula yang ia tertawakan??
Dengan senyum penuh kharisma, ia kemudian bertutur, "Jangankan dengan aliran kepercayaan, di sini di kampung kami sudah menjadi pemandangan lumrah kehidupan seorang muslim bisa berdamai dalam arti yang sangat luas dengan kehidupan seorang nasrani dik. Kami punya toleransi yang sangat tinggi disini dik... ".
Ya rasanya aku sudah sering mendengar kalau soal ini. Perbedaan agama tidak menimbulkan friksi berarti disini. Tapi ini soal aliran kepercayaan. Buatku ini seperti menyatukan minyak dan air...!!
"Begini dik... ", sepertinya Pak Irwan bisa membaca kebingunganku dan ingin melanjutkan penjelasannya.
"Buat kami, pemahaman Kejawen adalah ajaran turun temurun yang sudah ratusan bahkan ribuan tahun menuntun masyarakat kami bagaimana menjaga moral menjaga adab menjaga alam dan semua keseimbangannya seraya kami menjalani hidup. Dan itu mengalir dalam darah kami, dan teraplikasi dalam setiap langkah, tutur kata dan cara kami berfikir. Turun temurun. Agama yang kemudian belakangan datang dan muncul, agama apapun itu kemudian melengkapi semua itu dengan pengetahuan yang lebih dalam tentang siapa pribadi yang mengatur keseimbangan alam semesta ini termasuk tuturan waktu yang menuntun pada datang nya agama agama itu. Menjaga nya tetap hidup di tengah tatanan masyarakat kami membuat kami tetap membumi dan bisa menjaga adat budaya kami tetap lestari. Itu tetap membuat kami jadi seorang muslim Indonesia (nusantara) kalau kami muslim dan bukan jadi orang arab. Tetap jadi seorang nasrani nusantara kalau kami nasrani dan bukan jadi seorang yahudi".
Ahaaa!!! Bathinku bersorak... Ini penjelasannya mengapa budaya mereka tetap terjaga apik di tengah keadaan dimana budaya asing membanjiri nusantara. Mengapa adat mereka sama sekali tak pernah bisa terkontaminasi oleh seni budaya asing. Mengapa di acara ritual adat pernikahan mereka tak pernah terdengar lagu dangdut, reggge maupun disko seperti yang sudah sering muncul di acara acara adat batak sekarang. Mereka menerima dengan jiwa besar bahwa ke arifan yang di turunkan antar generasi dan sekarang menjadi tuntunan kehidupan dan tatanan sosial mereka berasal dari aliran kepercayaan itu. Dan bukan lah di bawa oleh agama agama baru yang belakangan mereka kenal. Itu kuncinya...
"Siang Pak Daniel!!! Maaf saya terlambat menjemput... ", tiba tiba seseorang menyapa ku.
"Oh iya... Maaf Pak Irwan saya sudah di jemput.. Terimakasih banyak atas perbincangan nya yang sangat mencerahkan saya Pak!", aku pun segera bergegas mengulurkan tangan untuk menjabat Pak Tua ini.
Ia tersenyum, membungkuk dalam sambil menjabat tangan saya erat.


Penulis : Daniel Simanjuntak



Sebuah pengalaman berharga....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

Menilik Kebijaksanaan Pemimpin Apabila Di Tilik Dari Konsep Batak Dalihan Na Tolu

SESUATU YANG LEBIH MULIA DARIPADA NAMA