FESTIVAL TENUN NUSANTARA BER-SKALA INTERNASIONAL DI TAPANULI UTARA TANGGAL 13 S/D 17 OKTOBER 2018


Tinggal menghitung mundur 17 hari lagi dari hari ini, Festival Tenun Nusantara (FTN) akan digelar di Kabupaten Tapanuli Utara untuk pertama kalinya pada tanggal 13 - 17 Oktober 2018. Lokasi tepat penyelenggaraannya adalah di Muara dan Tarutung. Festival yang akan mengambil thema "AU PARTONUN" ini murni inisiatif Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melihat platform nya harus nya Festival ini adalah kesempatan besar memperkenalkan pesona kebudayaan daerah Batak pada umum nya dan Industri Rakyat Ulos Batak pada khususnya. Bayangkan, tanpa Festival semacam ini pun selama ini ulos sebagai salah satu representasi kebanggaan budaya batak sudah di kenal luas oleh turis turis manca negara. Apalagi bila di tambah pagelaran edukatif seperti ini. Dimana para penggemarnya bisa mengetahui sejarah dan perkembangan budaya batak ini, baik dari sisi proses pembuatan maupun dari sisi design progressnya, event yang di laksanakan dan di selenggarakan dengan mekanisme dan manajemen yang modern. Harusnya... Hasilnya akan lebih punya daya ledak dan significant mendukung upaya Tim Kerja Festival ini sendiri maupun Tim Pemasaran Badan Otorita Danau Toba yang saat ini fokus mengangkat daya jual parawisata daerah ini. 

Tapi sayang,,,seperti di sampaikan di awal, sampai hari ini sudah H-17 tak banyak publikasi yang mengkampanyekan event ini yang di dengar atau di baca khalayak ramai...
Entah karena Tim Kerja FTN ini terlalu fokus pada persiapan teknis atau mungkin juga terlalu percaya diri seperti event event sebelumnya yang di gelar di kawasan ini.
 
Padahal tujuan inspirator event ini, sungguh akan sangat berdampak luas bahkan dari sisi ekonomi baik pada masyarakat batak di sekitar lokasi Festival pada umumnya maupun pada para pelaku bisnis dan pengrajin Ulos Batak pada khususnya.. Menurut penjelasan Ketua Tim Kerja FTN, Despin Butar Butar pada wartawan, platform kebudayaan bentukan pemerintah pusat yang di beri nama INDONESIANA ini sebenarnya berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya...Mau hitung hitungan sebodoh apapun.. Pemerintah pasti mengelontorkan dana yang tidak sedikit untuk mendukung kesuksesan acara ini.. Kalau meniru ucapan Pakdhe pada Gubernur DKI sebulan sebelum Asian Games, harus nya kita juga akan akan komplain.. "Pak Despin!! Jangan sampai Baliho Kampanye penggunaan kondom lebih banyak dari pada iklan yang mengkampanyekan event bermodal besar ini yaaa?"


Semoga saja, dalam waktu dekat mereka sudah mulai beriklan atau berkampanye...
Kita tunggu saja...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

Menilik Kebijaksanaan Pemimpin Apabila Di Tilik Dari Konsep Batak Dalihan Na Tolu

SESUATU YANG LEBIH MULIA DARIPADA NAMA