INDONESIA DAN DUNIA SEDANG RUNTUH DALAM KEMAJUANNYA



Catatan : Daniel Simanjuntak, SSP
Lokasi  : Jakarta, Indonesia


➤➤➤➤➤➤➤➤➤➤


Disinilah kita. Di era dimana ada banyak ketidak-puasan muncul. Sesuatu yang memicu amarah dan pada gilirannya menghasilkan konflik horizontal. Era di mana segala sesuatu di hitung dengan logika dan algoritma matematika.Analisa dan grafik. Di skala global, keputusan untuk memroduksi teknologi dan memaksanya menjadi bidan terhadap teknologi yang lebih besar lainnya telah menghasilkan ancaman besar bagi alam semesta.
Di skala yang lebih kecil dalam suatu kawasan atau negara, memutuskan kebijakan demi kebijakan yang berguna bagi kemanusiaan telah memicu banyak pergantian pemimpin. Hal mana telah menimbulkan banyak perbedaan opini dan pendapat yang juga akhirnya menghasilkan konflik horizontal yang sangat massif. Politik dan bentuknya menjadi tempat bersembunyi yang aman bagi maksud ini dan semakin mengkristal justru menjadi bom waktu bagi peradaban umat manusia. Demikian pula unsur pendukungnya seperti ekonomi, agama, social-budaya bahkan unsur terkecil…kultur-sosial.
Terlalu jauh membahas keruntuhannya  seraya peradaban ini terlihat justru semakin berkembang pesat dalam kemajuan. Bagi sebagian manusia…Itu di anggap konyol bahkan mungkin tolol. Bagaimana mungkin kemajuan peradaban dari segala sisi justru membawa dan menuntun umat manusia pada kehancuran? Coba memikirkan satu hal sebagai contoh!

Negara Kesatuan Republik Indonesia contohnya, terlihat dan terkesan sedang menuju masa ke-emasan nya pasca di pimpin oleh seorang presiden cerdas seperti Ir. Joko Widodo. Ia dikelilingi oleh segudang pemikir-pemikir cerdas yang sangat berdedikasi di bidang mereka masing-masing. Ini terbukti dari sekian banyak pencapaian-pencapaian negara ini yang belum pernah terjadi dalam kurun waktu lebih dari 40 tahun terakhir. Ketertiban demokrasi, supremasi hukum, pembangunan di segala bidang dan kestabilan ekonomi bahkan ketika nilai mata uang negara ini sedang merosot drastis. Apa yang salah dengan itu? Tak ada. Sama sekali tak ada. Semua itu adalah sinyal positif menuju kepada zaman ke-emasan dari satu kawasan bahkan dunia. Dan sudah sepatutya kita bangga dan bahagia atas itu semua. 
Apa benar kita bangga dan bahagia?
Sayangnya itu jauh dari harapan kita semua. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, dalam puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun, ini adalah era dimana untuk sesuatu yang kita yakini kita pernah rela kehilangan teman baik dan keluarga. Bukan hanya di media sosial tapi bahkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita ini bersaudara..Tak sepatutnya kita saling bertengkar, bermusuhan dan saling menghina satu sama lain!” Begitu masif seruan itu berkumandang dan di dengungkan oleh pemimpin kita baik mereka yang berperan di dunia politik, agama bahkan sosial budaya. Apakah itu efektif? Tidak! Dan mengapa semakin banyak seruan itu terdengar itu semakin membuktikan bahwa kerusakan itu telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah?
Apa yang membuat kemajuan dan pencapaian ini bisa merusak sedemikian parahnya? Mungkin kita melihat nya dari arah yang salah. Semua perhitungan rumit yang di buat, algoritma dan analisa, khotbah-khotbah yang berapi-api dari para pemimpin agama, semua kita lakukan tanpa mempertimbangkan nilai nilai histori dan falsafah hidup yang dulu mengalir dalam kehidupan kita. Kita mulai menganggapnya sebagai rongsokan yang sudah waktunya di buang seraya kita mulai mengenakan pakaian teknologi yang mengagumkan dari era ini. Itu fakta yang semakin menghisap kita pada pusaran waktu besar dan melempar kita dari dunia kita sebelumnya.
Bukan hanya Indonesia tetapi dunia kita sedang menuju kehancuran yang maha dasyat secara perlahan apabila kita tak segera menyadari hal ini. Dan ini tak butuh waktu lama lagi. Mungkin 10 tahun atau mungkin hanya 5 tahun lagi dari sekarang. Kehancuran dan keruntuhan itu pasti akan datang apabila kita tak mau berhenti sejenak…Memikirkan apa yang orang-tua kita pada zaman dahulu persiapkan untuk kita. Tuntunan dan falsafah hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

Menilik Kebijaksanaan Pemimpin Apabila Di Tilik Dari Konsep Batak Dalihan Na Tolu

SESUATU YANG LEBIH MULIA DARIPADA NAMA