NAMA BESAR TOKOH - FILOSOFI ATAU KEBANGGAAN HISTORI SEMATA?
Betapa bangganya ketika akhirnya nama Ompung(Kakek) saya di jadikan
sebagai nama jalan di sepanjang jalur Balige menuju Silangit...
Perjuangan beliau, ketokohan dan pengayoman yang beliau lakukan semasa
hidup dapat di ingat oleh setiap insan (publik) yang melwatinya. Cocok
makna nya... Karena jalan adalah sebuah kepentingan budaya dan histori
dari setiap daerah. Jalan juga adalah sebuah "alat" yang memang
ada di setiap jaman meskipun bentuk, material dan ukurannya berkembang
terus. Apalagi berdasarkan sejarah... Garis batas Silangit memang adalah
garis demarkasi pertahanan terakhir Simanjuntak Tampahan di bawah
komando Tagururaja Simanjuntak (nama yang kemudian di turunkan pada
keturunannya yaitu SM Simanjuntak dengan gelar Ompung Tagururaja) pada
tahun 1820 dari serangan/invasi Paderi ke wilayah Batak. Titik
pertahanannya tepatnya di daerah Parik Sabungan.. Tak terbayangkan
bagaimana saya akan sangat marah seandainya nama itu dipakai sebagai
nama tower BTS misalnya sebagai representasi modernisasi dimana
perjuangan dan makna filosofi kehidupan beliau sama sekali tak dapat
dikatakan berhubungan sana sekali... Syukurlah!
Di satu sisi SK Menhub yang mengganti nama Bandara Silangit dengan nama Ompung Sisingamangaraja XII sungguh menimbulkan rasa prihatin yang dalam bila mengacu pada pola berfikir yang sama seperti pertimbangan di atas...
Hhhhh.... Miris!! Ompung yang semasa hidupnya sangat menghormati Ompung Sisingamangaraja XII dalam hal nama ini menjadi berada "di atas" karena pertimbangan dangkal dari para elit di pemerintahan.... Secara professional nama Silangit sebenarnya justru sudah tepat karena selain tinjauan modern nama Silangit (:The Sky) juga mewakili sebuah originalitas kreatif branding yang juga sudah di akui oleh para expert di bidangnya...
SM XII,,Sultan Hasanuddin, Jend. Ahmad Yani memang sama sama pahlawan... Tetapi peran SM XII sebagai pemimpin tertinggi sebuah paham spiritual (agama) selain kedudukan nya sebagai Raja harusnya tentu membuat beliau tidak di posisikan sama dengan pahlawan pahlawan nasional lain... Nilai falsafah dari histori kehidupan beliau rasanya tidak bersinggungan sama sekali dengan sebuah airport yang adalah lambang krmajuan zaman.
Dulu ketika sebuah lembaga di buat dengan nama beliau... kesan dan maknanya terasa lebih sakral dan sangat dalam. Entah kemana dan dimana lembaga itu kini berada. Tapi rasanya pembuatan nama yang mengandung nilai nilai filosofi seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekedar membuat nama gedung atau tempat.
Di semua belahan dunia.. Keputusan membuat sebuah tempat dan kawasan dengan nama seorang tokoh seringkali mewakili apresisasi dan penghormatan terhadap kiprah orang tersebut di bidang yang bersinggungan dengan fungsi dan latar tempat serta kawasan tersebut. Sebagai contoh... Rumahsakit Cipto Mangunkusumo...Ini benar benar menghormati jasa jasa Almarhum di bidang kesehatan tentunya... Atau nama gedung FILKES Universitas Muhammadiyah Cirebon yang di tabalkan dengan nama KH. Zaenal Masduki untuk MENGHORMATI jasa jasa beliau di bidang pendidikan... Buku yang di tulis beliau sampai sekarang masih dipakai sebagai bahan dan referensi di Universitas tersebut... Dan masih ada daftar panjang contoh lain dimana pembuatan nama ini akan membawa marwah dan martabat sesuai dengan kiprah dan jasa jasa tokoh yang di pergunakan namanya...
So, apa hubungan SM XII dengan transportasi udara? Begitu dangkal nilai dari pertimbangan ini dan mengundang rasa prihatin tentunya....
Di satu sisi SK Menhub yang mengganti nama Bandara Silangit dengan nama Ompung Sisingamangaraja XII sungguh menimbulkan rasa prihatin yang dalam bila mengacu pada pola berfikir yang sama seperti pertimbangan di atas...
Hhhhh.... Miris!! Ompung yang semasa hidupnya sangat menghormati Ompung Sisingamangaraja XII dalam hal nama ini menjadi berada "di atas" karena pertimbangan dangkal dari para elit di pemerintahan.... Secara professional nama Silangit sebenarnya justru sudah tepat karena selain tinjauan modern nama Silangit (:The Sky) juga mewakili sebuah originalitas kreatif branding yang juga sudah di akui oleh para expert di bidangnya...
Semoga
mereka yang disana dapat memahami makna nama itu bukan sekedar seperti
menempelkan stiker pada sebuah benda terutama bila berbicara tentang
nama seorang tokoh spiritual Batak seperti Sisingamangaraja XII...
Jangan jangan sebentar lagi mereka akan meluncurkan pesawat atau benda modern lainnya seperti mobil, handphone dan jam digita jugal dengan nama Ompung Sisingamangaraja XII juga.... Ampunnnn!!
Menyedihkan memang pertimbangan pembuatan nama dengan melihat skop yang dangkal saja... Jangan jangan sebentar lagi mereka akan meluncurkan pesawat atau benda modern lainnya seperti mobil, handphone dan jam digita jugal dengan nama Ompung Sisingamangaraja XII juga.... Ampunnnn!!
SM XII,,Sultan Hasanuddin, Jend. Ahmad Yani memang sama sama pahlawan... Tetapi peran SM XII sebagai pemimpin tertinggi sebuah paham spiritual (agama) selain kedudukan nya sebagai Raja harusnya tentu membuat beliau tidak di posisikan sama dengan pahlawan pahlawan nasional lain... Nilai falsafah dari histori kehidupan beliau rasanya tidak bersinggungan sama sekali dengan sebuah airport yang adalah lambang krmajuan zaman.
Dulu ketika sebuah lembaga di buat dengan nama beliau... kesan dan maknanya terasa lebih sakral dan sangat dalam. Entah kemana dan dimana lembaga itu kini berada. Tapi rasanya pembuatan nama yang mengandung nilai nilai filosofi seperti ini jauh lebih bermakna daripada sekedar membuat nama gedung atau tempat.
Di semua belahan dunia.. Keputusan membuat sebuah tempat dan kawasan dengan nama seorang tokoh seringkali mewakili apresisasi dan penghormatan terhadap kiprah orang tersebut di bidang yang bersinggungan dengan fungsi dan latar tempat serta kawasan tersebut. Sebagai contoh... Rumahsakit Cipto Mangunkusumo...Ini benar benar menghormati jasa jasa Almarhum di bidang kesehatan tentunya... Atau nama gedung FILKES Universitas Muhammadiyah Cirebon yang di tabalkan dengan nama KH. Zaenal Masduki untuk MENGHORMATI jasa jasa beliau di bidang pendidikan... Buku yang di tulis beliau sampai sekarang masih dipakai sebagai bahan dan referensi di Universitas tersebut... Dan masih ada daftar panjang contoh lain dimana pembuatan nama ini akan membawa marwah dan martabat sesuai dengan kiprah dan jasa jasa tokoh yang di pergunakan namanya...
So, apa hubungan SM XII dengan transportasi udara? Begitu dangkal nilai dari pertimbangan ini dan mengundang rasa prihatin tentunya....

Komentar
Posting Komentar