SEBUAH PERJUANGAN YANG BELUM BERAKHIR II
Belum pernah sebelumnya saya melihat ada satu tokoh budaya batak yang sedemikian concern dan konsisten memperjuangkan sebuah ide dan gagasan selama bertahun tahun seperti yang beliau lakukan... Potongan video ini membuktikan bahwa beliau begitu mencintai budaya batak dan tak rela apa yang ia cintai ini, tergerus sampai hilang sama sekali oleh stigma negatif yang berkembang di masyarakat karena pengaruh modernisasi sosial masyarakat pada umumnya. Dalam setiap kesempatan, beliau terus terusan berusaha meyakinkan khalayak ramai dan masyarakat bahwa budaya batak sangat erat kaitannya dengan rasa berke-TUHAN-an dan sangat religius, jauh dari anggapan bahwa budaya itu berasal dan berdasar pada kepercayaan animisme.( Budaya batak berdasar dan sangat di pengaruhi oleh kepercayaan animisme dahulu kala ditulis dalam sebuah buku berjudul SIMELOENGOEN oleh seorang Asisten Residen bernama J. Tideman tahun 1922.)
Menanggapi tulisan saya sebelumnya berjudul "Sebuah Perjuangan Yang Belum Berakhir" salah seorang akademisi berkomentar, "Ilustrasi ini perlu diapresiasi, tetapi agar kajian lebih ilmiah dan logik sebaiknya dicarikan referensi, baik berupa simbol atau artifak, dan dapat dibuktikan secara empirik melalui riset lapangan atau observasi untuk validasi kebenaran pesan dan arti budaya yang sesungguhnya pernah ada dari dulu. Jangan sampai lantas diskusi lanjutan hanya seperti esay yang dirancang seseorang tanpa proses, ontologi, epistemologi, sampai proses aksiologinya, dalam menyusun frame budaya yang dapat diterima secara ilmiah atau logic. Semoga dilanjutkan..."
Menilik cara masyarakat menyerap dan menerima sebuah gagasan, tentu saja ungkapan akademisi yang kebetulan juga kerabat dekat beliau ini ada benarnya meskipun dari sisi rasa dan seni, budaya sebenarnya tak membutuhkan validasi dan legitimasi hukum manapun seperti layaknya konsep kearifan lokal di manapun. Faktanya memang dari sisi akademisi, terminologi budaya adalah sebuah norma kebiasaan,,, kebiasaan yang berakibat hukum (Das Sain Das Solen) . Tentu saja tak terkecuali budaya batak dalam hal ini.
Tetapi langkah-langkah tersebut ( meskipun oleh beberapa orang ide dan gagasan beliau dapat di terima dengan baik) tentu saja hanya dapat di legitimasi dan menjadi kesepakatan umum,melalui pembicaraan dan diskusi serta riset oleh para stakeholder dalam skala luas dan global.
Sebagai generasi muda batak pada umumnya dan sebagai salah satu keturunan beliau pada khususnya, saya sangat berharap dan mendorong langkah ini dapat di ambil dan di realisasikan untuk melanjutkan perjuangan beliau...

Komentar
Posting Komentar