TOKOH BUDAYA-TANAMKAN KEBANGGAAN BUKAN DENGAN FANATISME BUTA
Pertimbangan yang hanya di dasarkan pada fanatime buta dan kebanggaan yang dangkal tentang nilai filosofi Sang Raja Pejuang tersebut.Tak ada penjelasan histori mengenai tempat tersebut (Bandara Silangit) yang dapat di hubungkan dengan nilai sejarah dan filosofi perjuangan beliau semasa hidupnya. Dan pada hakikatnya, inilah pemicu rendahnya pengetahuan generasi muda Batak pada umumnya terhadap sejarah dan nilai pendidikan moral terutama hubungannya dengan budaya dan adat serta tatanan sosial masyarakat Batak.
Ini mengarah kepada penamaan sebuah gedung pertemuan atau nama kawasan yang dapat di ambil dengan pertimbangan cap cip cup saja tanpa penjelasan sejarah. Sebuah perlakuan yang mengerdilkan perjuangan beliau dan ajaran ajaran moral yang telah ia tanamkan pada masyarakat batak pada umumnya.
Kebanggan histori ini hendaknya di dasari pada pengetahuan dan pemahaman yang dalam tentang apa yang di kemukakan, dan kadang-kadang kebenaran itu tak harus di sukai oleh banyak orang.
Contoh nya adalah pemaparan tentang tunggal panaluan (tongkat sakti) yang menjadi kebanggaan masyarakat batak sebelumnya yang ada pada video.
Tentu saja pemaparan ini membuat tongkat kebanggaan ini menjadi hiasan semata, simbol yang tak punya kekuatan apa-apa. Dan ini pasti tak di sukai oleh banyak pihak. Tapi jelas, pemaparan ini di dasarkan pada pemahaman dan riset panjang secara kolektif dan keputusan menyampaikan hal ini di hadapan umum melalui sebuah saluran televisi swasta nasional bukanlah sesuatu yang dapat di katakan populer.
Bayangkan!
"Tunggal Panaluan yang tersohor tak dapat di katakan mewakili budaya batak!"
Tetapi itulah kenyataannya. Tokoh yang menyampaikan nya tidak dapat di katakan sebagai kritisi apalagi hater dari budaya batak. Dalam tahun-tahun terakhir kehidupan beliau, banyak waktu di habiskan melakukan diskusi dan pembicaraan bahkan perdebatan sehubungan dengan budaya batak dalam konteks yang lebih detail dan dalam.
Beliau berpendapat, bahwa kebanggaan yang di tanamkan melalui pemahaman yang dalam lebih permanen sifatnya dari pada sekedar mengagung-agungkan mitos dan nama besar semata.
Salam

Komentar
Posting Komentar