Daniel Simanjuntak : "Mereka Adalah THE FAILED GUARDIANS OF BATAK LAND"
Bergabung dengan beberapa grup FB yang narasi pertamanya menunjuk pada semangat menjaga adat dan budaya batak tetap lestari akhirnya justru membuat saya sadar,, adat dan budaya batak itu memang berpotensi tergerus bahkan hilang sama sekali. Dan siapa yang paling berperan dalam proses itu? Miris mengetahui bahwa justru mereka yang mengaku sebagai THE GUARDIAN (Penjaga) itulah yang paling berperan....
Bagaimana kesimpulan ini bisa muncul? Mungkin sebaiknya anda juga mencoba pengalaman tersebut, bergabung dengan grup-grup yang kriteria nya kira kira sama dan mulailah men"dengarkan" serta mengamati disana...
Dalam banyak percakapan, banyak kaum tua - mereka yang adalah para orang tua dari anak anak generasi muda Batak - mengakui bahwa karena prestise atau gaya hidup terutama pengaruh kemajuan zaman di kota metropolitan, mereka tidak lagi menanamkan, mengenalkan, mengajarkan atau bahkan melibatkan anak anak mereka dalam kegiatan yang berhubungan dengan adat dan budaya batak. Beberapa bahkan mengakui sudah menggunakan bahasa Indonesia (bukan bahasa batak) dalam percakapan sehari hari dengan anak anak mereka di rumah.
Tapi kontradiksi dapat di lihat ketika di antara mereka terjadi diskusi yang mengarah pada sebuah perdebatan tentang adat dan budaya batak. Beberapa dari mereka yang - mengaku sudah tua - yang adalah orangtua - bahkan mungkin di tempat tinggal masing-masing adalah tokoh yang di tuakan,, gagal melepaskan pakaian "sipanggaron" yang lama mereka pakai.. (mungkin sejak muda). Mereka saling ejek, hina , sindir karena merasa LEBIH TAHU tentang adat dan budaya batak, bahkan di antara mereka ada yang saling memaki. Luar biasa bukan...?
Tanpa sadar, mereka di tonton oleh para anggota group yang mengambil posisi sebagai "silent reader" karena kemudaan usia.. Sikap sipanggaron yang terus di pertontonkan ini justru pelan pelan membuat kaum muda yang tadinya mau bergabung dengan tujuan ingin belajar, jadi gerah, risih bahkan akhirnya muak...
Secara perlahan, para penjaga ini tanpa sadar menjauhkan generasi penerus mereka dari ikatan bathin dengan falsafah hidup dan moral sebenarnya yang di turunkan serta di wariskan oleh nenek moyang mereka. Pelan tapi pasti generasi muda kini "di bentuk" sebagai generasi "apatis" justru oleh mereka yang memegang amanah untuk menjaganya...
Kasihan....

Komentar
Posting Komentar