DESTINASI KELAS DUNIA - Mimpi Di Siang Bolong?



"Sebuah tulisan yang mungkin sekilas terlihat destruktif, namun apabila di cerna dengan cara pandang terbuka dapat membantu dan menyadarkan semua pihak yang berkepentingan dalam pembangunan Kawasan Wisata Danau Toba saat ini."


.................................................................................................................................................................

Melihat gerakan-gerakan masyarakat Kawasan Danau Toba (KDT;red) sejauh ini – di semua level mulai dari akar rumput, pihak otoritas daerah hingga perantau - yang terlihat dan bisa terpantau hanya sebatas gerakan-gerakan politis yg non kultural, sehingga kelihatan seperti sumir tanpa kekuatan daya magis karena  originalitas yg sdh tercerabut.
Hal yg sama didapatkan oleh tim survey Berkraf yang langsung diturunkan baru-baru ini ke akar rumput tanpa pendampingan pihak otoritas daerah. (Hal yang lumrah dilakukan oleh sebuah tim survey yg bekerja laiknya kerja inteligent)

KDT yg awalnya adalah kawasan produsen seni budaya, di akar rumputnya sdh tdk lagi ada kegiatan-kegiatan budaya asli yg produktif khususnya pada dunia kreasi benda dan kegiatan-kegiatan keseniannya yang asli.
Adapun yg tersisa adalah kegiatan-kegiatan budaya yg bersifat seremoni adat namun juga sudah kehilangan spirit originalitasnya oleh dampak kebaruan/ modernitas sehingga semua terlihat menjadi blur (sumir) - jauh dari nilai jual untuk tourisme.

Demikian juga adanya dengan kegiatan produksi benda seni  dan material pendukung seremonialnya.
Kegiatan-kegiatan kerja seni budaya di tengah akar rumput merupakan element yang fundamental dalam bentukan karakter sebuah komunitas, karena prakteknya yang langsung dengan jiwa-jiwa yang terlibat tidak hanya sekedar ragawi, tapi dia sekaligus terlibat menjadi hospitality yang inklusif dan ajek sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Marmitu (Mar-minum Tuak)

Betapa hasil survey ini tidak bisa dipungkiri objektifitasnya karena dilaksakan oleh para profesional khususnya dibidang kreatifitas dan para ahli peneliti "pola gaya hidup".
Istilah jauh panggang dari api terhadap temuan-temuan seperti: bersengketa hukum, marpollung politik, marmitu berlama-lama adalah hal yg bisa dipastikan merupakan kesimpulan akhir yang harus diantisipasi secara solutif khususnya dalam perkuatan daya dukung Sumber Daya Manusia, dan mudah-mudahan di sounding langsung kepada para pihak agar tidak sibuk "bermimpi di siang bolong" terhadap angan-angan destinasi berkelas dunia itu.
Presiden RI Ir.Joko Widodo memberika pengarahan sehubungan dengan KDT


Satu periode sejak Presiden RI ke-7, Ir Joko Widodo menggaungkan KDT sebagai salah satu dari 10 destinasi untuk revitalisasi menjadi new bali sepertinya akan berakhir tanpa hasil yang berarti.... kecuali beberapa proyek-proyek infrastruktur - seperti yang menonjol di Samosir - yang sesungguhnya sudah "lebih baik dari pada tidak sama sekali" seperti berpuluh-puluh tahun periode-periode yg sebelumnya dengan ketertinggalan yang jauh dari sentuhan infrastruktur.
Kembali kepada mimpi-mimpi itu, tentu tidak ada kata terlambat... semua tergantung masyarakat dan para pihak dan otoritasnya, apakah memang sudah merasa cukup dengan suguhan hadiah permen infrastruktur belaka?... Seperti membuat patung Jesus yg megalomania ,ibarat membuat Monumen Padi tapi tidak menyemai benih di ladangnya.


Akhirul kata,,Tulisan ini tidak bertujuan untuk mengurangi semangat secara dekstruktif tetapi lebih kepada anjuran dan saran secara terbuka, agar kita semua bangun dari tidur Panjang.. 


Di tulis oleh :

Drs. Monang Simanjuntak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

Menilik Kebijaksanaan Pemimpin Apabila Di Tilik Dari Konsep Batak Dalihan Na Tolu

SESUATU YANG LEBIH MULIA DARIPADA NAMA