Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Menilik Kebijaksanaan Pemimpin Apabila Di Tilik Dari Konsep Batak Dalihan Na Tolu

Gambar
Tingkat kesuksesan, kemakmuran dan persatuan suatu negara atau kerajaan , suku, komunitas bahkan satuan satuan keluarga kecil, sangat di tentukan oleh cara pandang pemimpinnya terhadap amanah yang ia emban. Hal ini tak dapat pungkiri merupakan fakta yang dapat di lihat bahkan dengan kaca mata awam sekalipun. Tercatat sepanjang sejarah,  beberapa pemimpin muncul dari generasi ke generasi masing masing dengan cara pandang yang berbeda beda satu sama lain mengenai hal ini. Bagaimana mereka memandang amanah yang ia emban sesungguhnya dapat di lihat dari cara mereka menghasilkan kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang orang yang mereka pimpin. Apakah mereka benar benar perduli atau sekedar "lip service" pada saat berpidato, atau hanya mabuk kehormatan semata. Namun banyak yang tak dapat membaca ini dan kadang menganggap bahwa kebijakan yang gagal tak semata hanya karena pemimpinnya bodoh atau kurang cakap. Menurut beberapa orang hal ini bisa juga di sebabkan oleh k...

Surat Terbuka Generasi Muda Batak Pada Para Sesepuh

Gambar
"Adat Batak Di Mata Generasi Muda" Dear Bapak/ Tulang/Amangboru/Ompung.. Memahami adat batak, memang sering kali menjadi sangat sulit ketika berbenturan dengan sifat dan karakter dari setiap pelaku adat batak itu sendiri. Hal ini menjadi semakin sulit lagi bila harus di aplikasikan di daerah perantauan dimana gaung  Trend Social Movement lebih terasa. Benturan kepentingan para pelaku, minim nya pengetahuan, dan kesadaran akan adat, seringkali membuat adat itu sendiri, justru bagai menjadi momok yang menakutkan untuk di pelajari dan di pahami oleh generasi muda saat ini. Namun menilik sejarah terciptanya, sesungguhnya kami sadar. adat batak itu sebenarnya di ciptakan, di design, di rekayasa untuk membuat para pelakunya terutama mereka yang bertalian darah secara langsung terlindung dari perpecahan, pertikaian, bahkan permusuhan. Sayangnya, berbeda dengan tradisi tradisi suku lain di Indonesia, adat batak kurang di re generasi, kecuali hanya pada acara acara te...

Warga +62 Masih Melihat Belanda Sebagai Kumpeni Lewat Kunjungan Raja Dan Ratu Mereka

Gambar
Daniel : "Tulisan ini lagi-lagi tidak bertujuan untuk menyudutkan pihak pihak yang berkepentingan,  tapi memberi masukan yang positif. " Dalam hubungan bilateral dua negara di dunia, biasanya hal hal yang di utamakan adalah issu kemajuan,  kerjasama ekonomi,  sosial-politik, pendidikan, kesehatan dan tata cara pengelolaan kepentingan kedua negara dalam hubungannya dengan kedudukan mereka di mata negara lain. Jarang sekali mendengar saat ini, di zaman milenial ini ada negara yang masih menyimpan dendam dan karena itu masih ucapkan kata maaf atas kejadian kejadian sejarah di masa lalu. Jerman kontra Amerika, Italy kontra Polandia,  Inggris - Amerika (Anglo-America)  kontra Jepang,, tak satupun lagi membahas apa yang terjadi di masa lalu kecuali menuangkannya dalam pendidikan sejarah atau film film action yang justru sarat dengan pesan pesan heroik. Namun warga +62 memang selalu berbeda. Mendengar berita Raja dan Ratu Belanda mau datang berkunjung saja,...