Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

HOAX-BUKAN UNTUK INDONESIA

Gambar

HOAX dan PENGARUHNYA DALAM POLITIK

HOAKS Bagaimana cara kerja hoaks sebenarnya dan mengapa itu menjadi sangat efektif di pergunakan oleh politisi yang licik untuk mendulang suara? Rumusnya sebenarnya sederhana... Sesederhana fakta bahwa "Hoaks di buat oleh orang pintar yang jahat dan di teruskan oleh orang baik yang bodoh" Orang pintar tidak pernah tertarik menyebarkan sebuah hoaks karena mereka cenderung melakukan cross check terlebih dahulu. Bahkan ketika sebuah berita benar benar fakta,  orang pintar hanya akan menyimpan berita itu untuk dirinya sendiri sebaliknya dari pada menyebarkannya kembali. Nah,  di situlah rahasianya. Jadi kalau rating pembaca hoaks ada 1 juta orang,  rating dari klarifikasi terhadap hoaks itu mungkin hanya 1/3 nya saja. Terlepas apakah klarifikasi itu datang dari si pembuat hoaks itu sendiri atau dari si korban hoaksnya. Bayangkan,, sebagai contoh kalau rating pembaca hoaks yang di lontarkan seorang Cawapres bahwa ijin nelayan di persulit di negara ini ada 1juta orang, dim...

KRITIKAN RECEH

Gambar
Annual Meetings International Monetery Fund (IMF) 2018 yang di gelar pada tanggal 12-14 Oktober lalu di Bali Indonesia baru saja usai. Ada banyak kejadian unik yang belakangan muncul sebagai "gorengan" media sosial dan itu terlihat lebih seksi untuk di pelototin oleh netizen daripada output Gelaran Event Tahunan itu sendiri... Di antara nya adalah metafora "Winter is coming" dan "The Game of Throne" yang di gunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya untuk meng-analogikan keadaan zaman kini yang cukup memprihatinkan dan menuntut kita semua bertindak cepat. Juga menghimbau kita untuk berhati-hati agar tidak tergoda pada sifat keserakahan yang menghancurkan peradaban. Sampai di sini semua berdecak kagum... bahkan President World Bank sempat bilang, "Mendengar pidato Presiden Jokowi sayatak tahu lagi untuk apa saya di sini. Kita semua tak mungkin menyampaikan sesuatu yang lebih hebat lagi". Yang menggelitik adalah kritikan re...

Adakah Mereka Perduli?

Gambar
←← "Adakah Mereka Perduli? " Adakah sebenarnya mereka perduli Dengan masa depan yang di tuju oleh negeri ini? Ketika negeri ini di guncang alam Mereka berteriak tentang penguasa yang kejam Saat negeri ini berkompetisi dengan dunia dan butuh kebanggaan Mereka mencaci makinya sebagai pemborosan Saat negeri ini butuh pembangunan Mereka justru menganggapnya sebagai sebuah kemunduran Saat rakyat sekarang justru merasakan perubahan Mereka justru menghasut bahwa itu tak di butuhkan Adakah sebenarnya mereka perduli Dengan masa depan yang di tuju oleh negeri ini? Lebam akibat sebuah tindakan operasi Bahkan mereka klaim sebagai tindakan tirani... Setelah kemudian di selidiki dan terbukti Mereka malah bilang bahwa mereka sedang di bully... Adakah sebenarnya mereka perduli Dengan masa depan yang di tuju oleh negeri ini? Banyak putera puteri bangsaku di buat bingung tak mengerti Hingga ikut-ikutan berteriak dan berorasi Mengapa hujan tak kunjung turun ke...

PEMIMPIN YANG SUKA MERENUNG

Gambar
Apa yang membuat seorang pemimpin bisa menjadi seorang yang bijaksana? Apakah kepintarannya? Kekuatannya? Popularitas atau Elektabilitasnya? Tidak....!!! Sejarah membuktikan para pemimpin dunia di kenang dan di sanjung karena mampu memahami dengan jelas, apa yang ingin dan harus ia capai; mengetahui dengan tepat apa yang mesti ia lakukan untuk mencapainya; dan memiliki keterampilan untuk mengatur pelaksanaannya... Sebaliknya mereka yang gagal dan belakangan di kutuk oleh rakyatnya adalah mereka yang lebih mengedepankan kepintaran, kekuatan dan popularitas atau elektabilitas mereka... Dan bagaimana seorang Ir. Joko Widodo dapat di katakan setara dengan mereka yang mampu memahami dengan jelas, apa yang ingin dan harus ia capai; mengetahui dengan tepat apa yang mesti ia lakukan untuk mencapainya; dan memiliki keterampilan untuk mengatur pelaksanaannya? Sama seperti Soekarno yang berhati-hati dalam menemukan rumusan Pancasila, memikirkan dengan seksama dan melakukan ...

Daniel Simanjuntak : "Mereka Adalah THE FAILED GUARDIANS OF BATAK LAND"

Gambar
Bergabung dengan beberapa grup FB yang narasi pertamanya menunjuk pada semangat menjaga adat dan budaya batak tetap lestari akhirnya justru membuat saya sadar,, adat dan budaya batak itu memang berpotensi tergerus bahkan hilang sama sekali. Dan siapa yang paling berperan dalam proses itu?  Miris mengetahui bahwa justru mereka yang mengaku sebagai THE GUARDIAN (Penjaga)  itulah yang paling berperan.... Bagaimana kesimpulan ini bisa muncul? Mungkin sebaiknya anda juga mencoba pengalaman tersebut,  bergabung dengan grup-grup yang kriteria nya kira kira sama dan mulailah men"dengarkan" serta mengamati disana...  Dalam banyak percakapan,  banyak kaum tua - mereka yang adalah para orang tua dari anak anak generasi muda Batak -  mengakui bahwa karena prestise atau gaya hidup terutama pengaruh kemajuan zaman di kota metropolitan, mereka tidak lagi menanamkan, mengenalkan, mengajarkan atau bahkan melibatkan anak anak mereka dalam kegiatan yang berhubu...