"Boru dan Bere Itu Bukan Warga Kelas Dua Dalam Konsep Dalihan Natolu - Mereka Justru Adalah Elemen Penting Dalam ADAT"


Adat sesungguhnya belum dapat di katakan berjalan kalau tak ada yang menjalankan peran boru di dalamnya.


Dalam beberapa tulisan sebelumnya, seringkali telah di ulas bagaimana konsep Dalihan Na Tolu menandaskan bahwa ketiga unsur yang ada dalam satu ikatan keluarga Batak (Hula Hula - Boru - Dongan Tubu) tidak dapat di pisahkan satu sama lain dalam aplikasi dan penerapannya di kehidupan sehari hari. Tidak dapat diterapkan secara parsial berarti ketiganya harus berdiri bersamaan sebagai tiga kaki dari sebuah tungku kehidupan berkeluarga. Namun sayang,, dominasi hula hula dan stigma masyarakat seringkali membuat keadaan justru menjadi kacau di beberapa keluarga. Hula hula yang di anggap terlalu arogan dalam mengambil keputusan oleh Boru atau mungkin Bere, namun keadaan ini di biarkan saja karena takut di sebut tidak somba marhula hula (meski akhirnya membuat mereka seperti mundur dari eksistensinya). Untungnya, tidak semua Boru atau Bere ada dalam keadaan seperti ini. Masih ada Boru yang tahu betul menjalankan perannya tanpa harus bersungut-sungut dibelakang karena tidak puas dengan keputusan hula-hulanya.
Walau dalam banyak acara adat terlihat sangat sibuk menjalankan peranan , begitu melihat sesuatu yang menurutnya tidak sesuai, Boru juga bisa dan tidak perlu sungkan berdialog bahkan kadang beradu argumentasi dengan pihak hula hulanya. Melalui ini, Boru dapat  mengajar banyak kaum muda bahwa menghormati (somba) terhadap hula hula kan tidak harus ABS(Asal Bapak Senang) atau oke oke saja untuk segala sesuatu. Tentu saja karena sikap ini, Boru tidak perlu harus menyimpan kejengkelan atau kekecewaan berlama-lama dan pada gilirannya dapat menjalankan perannya tanpa beban sama sekali dan tetap bisa konsisten seperti itu. Bersuara dan mengajukan keberatan adalah salah satu kewajiban seluruh unsur yang ada dalam ikatan keluarga. Semoga pelajaran seperti ini juga membuat hubungan antar unsur selalu harmonis di setiap keluarga yang menganut konsep Dalihan Na Tolu ini...

Horas ma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL DAN ALASAN MASYARAKAT BATAK SI PALE BEGU DI TUDUH SEBAGAI MASYARAKAT SI PELE BEGU

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

KRITIKAN RECEH