PENJAGA MORAL DAN KEADABAN DI TOBA








Di temui usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada bulan Januari lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan perempuan Indonesia harus menjaga kehormatan dan martabat wanita. Sementara saat memperjuangkan kebebasan (amnesti) bagi Baiq Nuril yang sebelumnya di hukum karena memperjuangkan hak atas harkat dan martabatnya sebagai wanita, Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia Yasona Laoly menegaskan bahwa negara harusnya hadir dalam perjuangan agar harkat dan martabat wanita ini dapat selalu di tegakkan.
Karena itu pada masyarakat Batak secara tradisional pun wanita di panggil dengan sebutan Parompuan. Banyak perdebatan soal kata PAROMPUAN sebagai kata ganti wanita yang hanya di kenal di masyarakat adat Batak ini. Namun umumnya lebih banyak yang setuju bahwa asal katanya  atau kata dasarnya adalah "Ompu" atau "Empu" sebagai sebuah sebutan luhur dan mulia. Tentu saja ini menjadi sangat cocok dan paralel apabila di kaitkan dengan pernyataan Yasona Laoly dan Yohana Yembise. Tak ada satu kepentingan apapun termasuk nafsu berkuasa yang boleh mengenyampingkan keluhuran adab yang terkandung dalam harkat dan martabat wanita Indonesia pada umumnya dan wanita Batak pada khususnya. 
Namun kenyataan seringkali bertolak belakang dengan konsep dan norma hukum serta adat kepatutan ini. Banyak wanita wanita yang justru rela "dibeli" dengan sangat murah oleh para pengumbar nafsu baik di strata masyarakat biasa maupun lingkungan elit penguasa. Mereka kadang tak perduli pada etika dan moral serta adab yang harus membuat nilai harkat dan martabat mereka di pandang luhur secara sosial, asal mendapatkan imbalan sesuai. Dalam sebuah kesempatan Drs. Monang Simanjuntak seorang Pemerhati Adat dan Budaya yang juga adalah seorang Pekerja Seni mengungkapkan rasa keprihatinan terhadap situasi ini dengan kata-kata, "Apapun isi perjuangannya,,apapun misi yang harus di emban,,masyarakat biasa maupun aktifis,,terutama para elit politik hendak nya tidak pernah main-main soal adab yang berbicara soal harkat dan martabat wanita. Apalagi sampai memperalat mereka, membayar mereka untuk bertindak di luar kepatutan adab dan etika, bertelanjang di hadapan umum demi sebuah misi dan kepentingan ekonomi maupun politik"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AWAL DAN ALASAN MASYARAKAT BATAK SI PALE BEGU DI TUDUH SEBAGAI MASYARAKAT SI PELE BEGU

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

KRITIKAN RECEH