"Boru dan Bere Itu Bukan Warga Kelas Dua Dalam Konsep Dalihan Natolu - Mereka Justru Adalah Elemen Penting Dalam ADAT"
Adat sesungguhnya belum dapat di katakan berjalan kalau tak ada yang menjalankan peran boru di dalamnya. Dalam beberapa tulisan sebelumnya, seringkali telah di ulas bagaimana konsep Dalihan Na Tolu menandaskan bahwa ketiga unsur yang ada dalam satu ikatan keluarga Batak (Hula Hula - Boru - Dongan Tubu) tidak dapat di pisahkan satu sama lain dalam aplikasi dan penerapannya di kehidupan sehari hari. Tidak dapat diterapkan secara parsial berarti ketiganya harus berdiri bersamaan sebagai tiga kaki dari sebuah tungku kehidupan berkeluarga. Namun sayang,, dominasi hula hula dan stigma masyarakat seringkali membuat keadaan justru menjadi kacau di beberapa keluarga. Hula hula yang di anggap terlalu arogan dalam mengambil keputusan oleh Boru atau mungkin Bere, namun keadaan ini di biarkan saja karena takut di sebut tidak somba marhula hula (meski akhirnya membuat mereka seperti mundur dari eksistensinya). Untungnya, tidak semua Boru atau Bere ada dalam keadaan seperti ini. Mas...