Postingan

"Boru dan Bere Itu Bukan Warga Kelas Dua Dalam Konsep Dalihan Natolu - Mereka Justru Adalah Elemen Penting Dalam ADAT"

Gambar
Adat sesungguhnya belum dapat di katakan berjalan kalau tak ada yang menjalankan peran boru di dalamnya. Dalam beberapa tulisan sebelumnya, seringkali telah di ulas bagaimana konsep Dalihan Na Tolu menandaskan bahwa ketiga unsur yang ada dalam satu ikatan keluarga Batak (Hula Hula - Boru - Dongan Tubu) tidak dapat di pisahkan satu sama lain dalam aplikasi dan penerapannya di kehidupan sehari hari. Tidak dapat diterapkan secara parsial berarti ketiganya harus berdiri bersamaan sebagai tiga kaki dari sebuah tungku kehidupan berkeluarga. Namun sayang,, dominasi hula hula dan stigma masyarakat seringkali membuat keadaan justru menjadi kacau di beberapa keluarga. Hula hula yang di anggap terlalu arogan dalam mengambil keputusan oleh Boru atau mungkin Bere, namun keadaan ini di biarkan saja karena takut di sebut tidak somba marhula hula (meski akhirnya membuat mereka seperti mundur dari eksistensinya). Untungnya, tidak semua Boru atau Bere ada dalam keadaan seperti ini. Mas...

PENJAGA MORAL DAN KEADABAN DI TOBA

Gambar
Di temui usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada bulan Januari lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan perempuan Indonesia harus menjaga kehormatan dan martabat wanita. Sementara saat memperjuangkan kebebasan (amnesti) bagi Baiq Nuril yang sebelumnya di hukum karena memperjuangkan hak atas harkat dan martabatnya sebagai wanita, Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia Yasona Laoly menegaskan bahwa negara harusnya hadir dalam perjuangan agar harkat dan martabat wanita ini dapat selalu di tegakkan. Karena itu pada masyarakat Batak secara tradisional pun wanita di panggil dengan sebutan Parompuan. Banyak perdebatan soal kata PAROMPUAN sebagai kata ganti wanita yang hanya di kenal di masyarakat adat Batak ini. Namun umumnya lebih banyak yang setuju bahwa asal katanya  atau kata dasarnya adalah "Ompu" atau "Empu" sebagai sebuah sebutan luhur dan mulia. Tentu saja ini menjadi sangat cocok d...

Drs. Monang Simanjuntak soal SIGAPITON: "Politik akan menjadi JALAN KESELAMATAN ketika dilakoni sebagai policy yang berkebijakan.

Gambar
Menyikapi apa yang terjadi di Sigapiton Tapanuli Utara, dimana beberapa Ibu katanya sampai telanjang datang memperjuangkan hak-hak ulayat (adat) mereka, tokoh adat yang di kenal dengan komentar-komentar pedas nya ini kemudian menanggapi santai saja. Ia justru melihat bahwa hal seperti ini sudah biasa di negeri ini belakangan, dan bahwa ada aktor intelektual di balik kejadian ini. Menyusul akan ada nya Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) di mana nama-nama Balon (Bakal Calon) sudah santer tersiar di beberapa media sosial, salah satu pejabat Badan Otorita Danau Toba ( dalam kasus Sigapiton, Badan ini tentu menjadi pihak yang sedang di demo ) yaitu Ir. Basar Simanjuntak, MSc memang sudah memastikan diri dan mendaftar ikut dalam bursa persaingan ini. Nama-nama lain sebagai Bakal Calon Bupati dan Calon Bupati pun sudah banyak yang memproklamirkan diri dengan banyak statement-statement sosial baik di media sosial maupun secara langsung di daerah Toba. Bahkan kabarnya salah satu mantan bi...

IKUTI ZAMANMU - JANGAN TINGGALKAN BUDAYAMU

Gambar
Berangkat dari keresahan, kegelisahan dan mungkin kegusaran akibat pernyataan Gubernur Sumatera Utara terkait Peraturan Daerah (PERDA) mengenai wisata halal di kawasan wisata Danau Toba, berbagai opini dan reaksi kemudian muncul. Sebagian besar menolak gagasan ini. Alasan nya : Aturan ini telah menggugat rasa kebathinan yang di miliki masyarakat di sekitar kawasan ini khusus nya suku Batak Toba sehubungan dengan budaya dan adat istiadat yang sudah berurat berakar selama berabad-abad. Tentu saja ini bisa di terima dan dapat di mengerti bila di tinjau dari pandangan sosial karena para pembicara dari kelompok Anti-Perda ini yakin bahwa budaya dan adat batak jauh lebih penting untuk di perjuangkan dari pada sekedar persoalan penjualan parawisata di kawasan ini. Beberapa bahkan kemudian membandingkan budaya yang harus diperjuangkan ini dengan apa yang sudah berjalan di pulau Bali.  Namun mungkin pertanyaan yang cukup menggelitik adalah : Budaya yang mana yang di...

HOAX-BUKAN UNTUK INDONESIA

Gambar

HOAX dan PENGARUHNYA DALAM POLITIK

HOAKS Bagaimana cara kerja hoaks sebenarnya dan mengapa itu menjadi sangat efektif di pergunakan oleh politisi yang licik untuk mendulang suara? Rumusnya sebenarnya sederhana... Sesederhana fakta bahwa "Hoaks di buat oleh orang pintar yang jahat dan di teruskan oleh orang baik yang bodoh" Orang pintar tidak pernah tertarik menyebarkan sebuah hoaks karena mereka cenderung melakukan cross check terlebih dahulu. Bahkan ketika sebuah berita benar benar fakta,  orang pintar hanya akan menyimpan berita itu untuk dirinya sendiri sebaliknya dari pada menyebarkannya kembali. Nah,  di situlah rahasianya. Jadi kalau rating pembaca hoaks ada 1 juta orang,  rating dari klarifikasi terhadap hoaks itu mungkin hanya 1/3 nya saja. Terlepas apakah klarifikasi itu datang dari si pembuat hoaks itu sendiri atau dari si korban hoaksnya. Bayangkan,, sebagai contoh kalau rating pembaca hoaks yang di lontarkan seorang Cawapres bahwa ijin nelayan di persulit di negara ini ada 1juta orang, dim...

KRITIKAN RECEH

Gambar
Annual Meetings International Monetery Fund (IMF) 2018 yang di gelar pada tanggal 12-14 Oktober lalu di Bali Indonesia baru saja usai. Ada banyak kejadian unik yang belakangan muncul sebagai "gorengan" media sosial dan itu terlihat lebih seksi untuk di pelototin oleh netizen daripada output Gelaran Event Tahunan itu sendiri... Di antara nya adalah metafora "Winter is coming" dan "The Game of Throne" yang di gunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidatonya untuk meng-analogikan keadaan zaman kini yang cukup memprihatinkan dan menuntut kita semua bertindak cepat. Juga menghimbau kita untuk berhati-hati agar tidak tergoda pada sifat keserakahan yang menghancurkan peradaban. Sampai di sini semua berdecak kagum... bahkan President World Bank sempat bilang, "Mendengar pidato Presiden Jokowi sayatak tahu lagi untuk apa saya di sini. Kita semua tak mungkin menyampaikan sesuatu yang lebih hebat lagi". Yang menggelitik adalah kritikan re...